
01 Nov 2022
|
TAGS: Berita

Gelar Economic Outlook 2023, Bank Hana Siap Hadapi Tantangan Resesi Global
JAKARTA, 27 Oktober 2022 – Dalam rangka memberikan pandangannya terhadap berbagai tantangan ekonomi nasional dan global di masa depan, PT Bank KEB Hana Indonesia (Bank Hana), salah satu perbankan terbesar di Korea Selatan, menggelar Hana Bank Economic Outlook 2023 di Jakarta pada Rabu, 26 Oktober 2022, dengan mengangkat tema “Potential Global Recession and its Impact to Indonesia”.
Acara ini terlaksana hasil kolaborasi Bank Hana dengan asosiasi perdagangan terbesar di Korea Selatan, The Korea International Trade Association (KITA), yang dihadiri oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu untuk menyampaikan keynote speech, Presiden Direktur Bank Hana Park Jong Jin, dan jajaran direksi serta komisaris Bank Hana.
Hana Bank Economic Outlook 2023 merupakan kedua belas (12) kalinya diselenggarakan Bank Hana sejak 2010 yang dibagi menjadi dua sesi. Sesi Indonesia yaitu presentasi dari Ekonom Senior dari Universitas Indonesia dan Menteri Keuangan Periode 2013-2014 Muhamad Chatib Basri. Sedangkan sesi selanjutnya adalah Sesi Korea Selatan yakni presentasi Jung Yoo Tak dan Kang Mi Jung dari Departemen Riset Hana Financial Group bertemakan “Ekonomi Global dan Indonesia/Financial Forecast”, disusul presentasi Hong Yoo Young dari Korea International Trade Association (KITA) tentang “Responsif dan Pemanfaatan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Korea (Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement/IK-CEPA)”.
Presiden Direktur Bank Hana, Park Jong Jin, mengatakan Hana Bank Economic Outlook 2023 menjadi langkah penting perusahaan dan pemangku kepentingan lain untuk melihat berbagai tantangan ekonomi secara global ke depannya menjadi suatu kesempatan yang baik.
“Meski ada kelonggaran pada kebijakan pandemi Covid-19 pada tahun ini, ekonomi global 2023 akan terus berdampak karena adanya konflik geopolitik yang berkelanjutan dan pengetatan kebijakan moneter yang menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Mungkin kita akan menghadapi krisis, namun jika dapat memahami dan menanggapi dengan tepat, kita akan dapat mengatasinya. Sama halnya dalam mengatasi pandemi Covid-19, Bank Hana akan terus menjadi mitra keuangan yang terpercaya bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Park Jong Jin dalam sambutannya di Hana Bank Economic Outlook 2023, Jakarta.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, pemerintah mengajak masyarakat untuk optimistis dalam memandang risiko dan ketidakpastian global yang sekarang terjadi. Karena selama delapan tahun terakhir, pemerintah bersama dengan masyarakat telah memupuk modal penting menciptakan pembangunan yang kondusif. Hal ini tercermin dalam APBN 2023 yang memfokuskan kepada agenda-agenda utama yakni SDM unggul, produktif, dan inovatif; akselerasi pembangunan infrastruktur khususnya dalam bidang energi, pangan, konektivitas, dan ICT; efektivitas reformasi birokrasi; revitalisasi industri dengan hilirisasi yang semakin kuat; dan pengembangan pembangunan ekonomi hijau.
Menurut Febrio, di tengah ketidakpastian global, Indonesia masih terus mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada 2023 pada 5,3%. Karena itu, pemulihan ekonomi ke depannya mesti semakin kuat dan berkualitas.
“Pandemi Covid-19 telah berdampak besar pada perekonomian global. Pergeseran risiko menjadi tantangan yang tidak kalah besarnya. Untuk itu, kami berharap Hana Bank Economic Outlook 2023 menjadi forum kondusif untuk melihat, menganalisis, memerhatikan peluang yang dapat diambil, memitigasi tantangan, dan menggali peluang–khususnya di bidang perbankan–supaya bisa berperan kuat dan berkontribusi dalam mempercepat pemulihan ekonomi, tidak hanya dalam jangka pendek tetapi juga dalam jangka panjang,” ujar Febrio.
Materi seminar dapat diunduh di sini